Featured Post 3

This Blog is Under Construction

Rabu, 03 Maret 2010

Pentingnya Bahasa Arab (Part 2)



Bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik di dunia, karena Allah memilihnya menjadi bahasa yang digunakan di dalam kitab-Nya yang mulia. Selain itu, bahasa Arab memang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pendidikan. Terutama dalam memahami Islam dengan baik dan benar. Hendaknya kaum muslimin bersemangat dalam mempelajarinya. Semoga saja.



Pengaruh Bahasa Arab Untuk Pendidikan


  1. Mempermudah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan.


    Islam sangat menekankan pentingnya aspek pengetahuan melalui membaca.
    Allah berfirman, (artinya):



    Bacalah dengan nama Rabb-mu yang menciptakan. (QS Al ‘Alaq:
    l)
    .


    Melalui bahasa Arab, orang dapat meraih ilmu pengetahuan. Sebab bahasa
    Arab telah menjadi sarana mentransfer pengetahuan.


    Bukti konkretnya, banyak ulama yang mengabadikan berbagai disiplin
    ilmu dalam bait-bait syair yang lebih dikenal dengan nazham
    (manzhumah atau nazhaman). Dengan ini, seseorang akan
    relatif lebih mudah mempelajarinya, lantaran tertarik pada keindahan
    susunannya, dan menjadi keharusan untuk menghafalnya bagi orang yang
    ingin benar-benar menguasainya dengan baik.


    Sebagai contoh, kitab Asy Syathibiyah Fi Al Qiraati As Sab’i Al Mutawatirati
    ‘Anil Aimmati Al Qurrai As Sab’ah, adalah matan syair yang berisi
    pelajaran qiraah sab’ah, karangan Imam Al Qasim bin Firah Asy Syathibi.
    Buku lain yang berbentuk untaian bait syair, Al Jazariyah, yaitu buku
    tentang tajwid karya Imam Muhammad bin Muhammad Al Jazari. Dalam bidang
    ilmu musthalah hadits, ada kitab Manzhumah Al Baiquniyah, karya Syaikh
    Thaha bin Muhammad Al Baiquni. Dan masih banyak contoh lainnya.



  2. Meningkatkan ketajaman daya pikir.


    Dalam hal ini, Umar bin Khaththab berkata,"Pelajarilah bahasa
    Arab. Sesungguhnya ia dapat menguatkan akal dan menambah kehormatan."


    Pengkajian bahasa Arab akan meningkatkan daya pikir seseorang, lantaran
    di dalam bahasa Arab terdapat susunan bahasa indah dan perpaduan yang
    serasi antar kalimat. Hal itu akan mengundang seseorang untuk mengoptimalkan
    daya imajinasinya. Dan ini salah satu faktor yang secara perlahan
    akan menajamkan kekuatan intelektual seseorang. Pasalnya, seseorang
    diajak untuk merenungi dan memikirkannya. Renungkanlah firman Allah:



    Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah
    jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin
    ke tempat yang jauh. (QS Al Hajj: 31).


    Lantaran dahsyatnya bahaya syirik kepada Allah, maka permisalan orang
    yang melakukannya bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit yang langsung
    disambar burung sehingga terpotong-potong tubuhnya. Demikian perihal
    orang musyrik, ketika ia meninggalkan keimanan, maka syetan-syetan
    ramai-ramai menyambarnya sehingga terkoyak dari segala sisi, agama
    dan dunianya, mereka hancurkan.



  3. Mempengaruhi pembinaan akhlak


    Orang yang menyelami bahasa Arab, akan membuktikan bahwa bahasa ini
    merupakan sarana untuk membentuk moral luhur dan memangkas perangai
    kotor.


    Berkaitan dengan itu, Ibnu Taimiyah berkata:



    "Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh
    sekali terhadap daya intelektualitas, moral, agama (seseorang) dengan
    pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. Demikian juga akan mempunyai
    efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari
    kalangan sahabat, tabi’in dan meniru mereka, akan meningkatkan daya
    kecerdasan, agama dan etika".


    Misalnya, penggalan syair yang dilantunkan Habib bin Aus yang menganjurkan
    berperangai dengan akhlak yang baik :



    Manusia senantiasa dalam kebaikan,


    selama ia mempunyai rasa malu


    Batang pohon senantiasa abadi,


    selama kulitnya belum terkelupas


    Demi AIlah, tidak ada sedikit pun kebaikan dalam kehidupan,


    Demikian juga di dunia, bila rasa malu telah hilang sirna


    Juga ada untaian syair yang melecut orang agar menjauhi tabiat buruk.
    Imam Syafi’i mengatakan:



    Bila dirimu ingin hidup


    dengan bebas dari


    kebinasaan,


    (juga) agamamu utuh dan kehormatanmu terpelihara,


    Janganlah lidahmu


    mengungkit cacat orang,


    Tubuhmu sarat dengan aib, dan orang (juga)


    memiliki lidah.



Jadi, bahasa Arab tetap penting, Bahkan menjadi ciri khas kaum muslimin.
Seyogyanya menjadi perhatian kaum muslimin. Dengan memahami bahasa
Arab, penguasaan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah menjadi lebih mudah.
Pada gilirannya, akan mengantarkan orang untuk dapat menghayati nilai-
nilainya dan mengamalkannya dalam kehidupan.(vbaitullah.or.id)

-End-

Back To Part 1

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons