Featured Post 3

This Blog is Under Construction

Sabtu, 27 Maret 2010

Antara Kebutuhan dan Keinginan

Bismillahirrhmanirrahim…

Assalamu’alaikum sobat ilalang pagi…

Kali ini kita coba akan membahas tentang need vs want. Tapi sebelumnya kita coba membahas apa itu marketing ? Marketing atau pemasaran adalah suatu kegiatan yang memiliki fungsi untuk menjual suatu produk atau menawarkan suatu produk kepada orang yang membutuhkan atau konsumen. Di dalam pengertian ini, saya tekankan kepada kata membutuhkan. Need adalah sesuatu hal yang menjadi kebutuhan kita. Want adalah sesuatu hal yang menjadi keinginan kita, biasanya berlandaskan pada hawa nafsu semata.

Karena cenderung orang yang membeli suatu produk adalah bukan orang yang membutuhkan melainkan hanya sebatas keinginan semata. Nah, sifat ini mayoritas dimiliki kaum hawa walaupun tak menampik ada juga kaum adam yang memiliki sifat ini, yaitu sifat dimana membeli suatu produk bukan berdasar kepada kebutuhan melainkan hanya berdasar pada keinginan. Sifat itu dipengaruhi oleh lifestyle yang berlebihan dan hawa nafsu. Sifat-sifat seperti inilah yang kebayakan dibidik oleh orang-orang marketing (Marketer) atau pemasar yang nakal untuk sekedar mempromosikan produk hingga menjual produk. Boleh dibilang, marketer yang sukses ialah marketer yang mampu membuat keinginan sesorang menjadi kebutuhan orang tersebut.

Sebut saja sekarang dengan fenomena merebaknya BB (BlackBerry). Sekarang kita dapat melihat bahwa anak-anak sd, smp, sma, membawa BB kemana-mana. Mungkin di kota-kota besar, jika ada temannya yang tidak memakai BB dibilang ‘gak gaul lu’ padahal jika kita melihat ke dalam fitur BB yang berikan, adalah fitur-fitur untuk sekelas eksekutif, pengusaha, pebisnis, atau orang-orang yang sibuk yang memiliki jadwal padat, bisa juga sekelas artis. BB tersebut bisa mereka gunakan untuk mengecek dan mengirim e-mail, mencari informasi terbaru berkaitan dengan bisnis. Tapi apakah sekelas anak sd, smp, atau sma membutuhkannya ? bisa jadi mereka butuh, karena mereka perlu untuk selalu update status di Facebook tau sekedar chat. BB + FB + Chat = Good Idea to Attracted People to Buy and Based on Their Want. Tapi jika melihat anak-anak yang selayaknya belum membutuhkan sehingga waktu belajar terbengkalai smentara kerjaannya hanya update status dan chatting saja. So, Berapa Banyak waktu yang terbuang ? Hanya anda yang tahu.

Itu hanyalah salah satu contoh sebagian dimana marketing membawa kita berdasar kepada keinginan bukan berdasar kepada kebutuhan. Apakah anda pernah berbelanja dengan mendasarkan kepada keinginan anda ? jangan diulangi..! sekedar tips dari saya untuk mengamankan uang kita agar tidak keluar untuk hal-hal yang tidak berguna dan bisa kita sumbangkan untuk orang yang memerlukan :

1. Pertama, buatlah rincian daftar yang anda butuhkan. Kelompokkan berdasar kepentingan. Beri skala 1-3.

2. Kedua, Pastikan lagi bahwa rincian yang anda buat benar-benar kebutuhan anda bukan keiginan anda semata.


3. Ketiga, Pastikan anda tahu mana kebutuhan mana keinginan. Contoh : Kebutuhan anda adalah makan. Sedangkan Keinginan anda adalah makan makanan apa atau mau makan di mana ? Bagi kebutuhan tubuh anda adalah makan makanan yang sehat dan bergizi dan tidak harus mahal. Mungkin bisa sekedar makan sayur-sayuran dengan lauk tempe tahu ditambah buah-buahan. Kalau anda menuruti keinginan, maka anda bisa jagi makan di restoran yang mahal, bagus, atau terkenal. Padahal tubuh anda tidak perlu yang seperti itu.

4. Keempat, Jika ingin berbelanja, sesuaikan daftar rincian yang telah anda buat dengan budget anda. Jika anda belum membuat budgeting dalam keuangan anda, segera buat budgeting..! karena itu sangat penting. Misalnya, Anda harus pilah-pilah mana uang untuk makan, transport, listrik, tabungan, belanja kebutuhan

5. Kelima, Jangan lupa untuk menabung ! sebaiknya anda menabung di awal bulan jangan di akhir bulan. Begitu anda dapat uang, sisihkan sebagian untuk ditabung. Jika di akhir bulan, maka anda tidak akan sempat menabung karena tidak tau uangnya habis kemana.

Itulah sekedar pengetahuan yang dapat saya bagi agar kita tidak bersikap seperti sikap syetan, yaitu boros dan kita dapat memaksimalkan harta kita untuk orang yang tidak mampu. Sekali lagi, marketer yang sukses ialah marketer yang mampu membuat keinginan sesorang menjadi kebutuhan orang tersebut. Konsumen yang sukses adalah konsumen yang dapat memilah mana kebutuhan dia dan mana keinginan dia. Dan kita harus terus waspada terhadap marketer yang paling sukses di dunia, yaitu Syetan.

Wassalamu’alaikum…

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons