Featured Post 3

This Blog is Under Construction

Minggu, 07 Februari 2010

Penyebab Runtuhnya Majapahit

Tahun keruntuhan Majapahit kemungkinan besar adalah 1527. Menurut dokumen Kerajaan Demak, pada tahun itulah Demak menaklukkan Kediri. Dengan alasan yang sama, bahwa penguasa Majapahit adalah cabang keluarga Kediri, berarti yang ditaklukkan tahun 1527 itu tidak lain dan tidak bukan adalah Majapahit.

De Graaf juga menemukan bukti (tidak langsung) lain. Di tahun 1528, Raja Muda Portugis di Malaka menerima Duta Besar dari Kerajaan Blambangan yang diutus lewat pelabuhan Panarukan. Karena selama berabad-abad Blambangan adalah wilayah Majapahit, dengan merdekanya wilayah itu, berarti Kemaharajaan atasannya sudah tidak ada lagi.

Pada 1528 juga diberikatan bahwa Raja-raja Madura juga mulai beralih menjadi Islam. Dengan direbutnya Ibukota Majapahit oleh orang-orang Demak, para Penguasa Madura itu pasti lebih bebas memilih keyakinan yang menguntungkannya.

Yang berkuasa di Demak pada waktu penaklukan itu bukan lagi penguasa pertamanya, melainkan penguasa ketiganya. Di buku Tome Pires, dia disebut dengan nama Pate Rodin (Jr). Di buku-buku Jawa, dialah Raja Demak yang paling lama berkuasa : Sultan Trenggana.

Ia menggantikan abangnya yang hanya memerintah sebentar, Pangeran Sabrang Lor (Pengeran Menyeberang Ke Utara) atau oleh orang Portugis disebut dengan Pate Unus dari Jepara. Orang inilah yang berusaha memerangi Portugis di Malaka tahun 1512. Keduanya adalah putra penguasa Demak pertama (Raden Patah/ Pate Rodin Sr/ Arya Sumangsang/ Panembahan Jimbun).

Panglima Angkatan Bersenjata Demak pada waktu penaklukan Majapahit adalah Sunan Kudus. Sudah tentu, pada waktu itu ia belum bernama Sunan Kudus. Ia adalah anak sekaligus pengganti panglima yang terbunuh dalam perang sebelumnya.

Tokoh ini, dalam cerita-cerita Jawa, dikenal sebagai salah satu dari Wali Sanga. Mereka diyakini sebagai penyebar agama Islam mula-mula di tanah Jawa. Mereka juga diakui sebagai penasihat ahli untuk Raja Demak yang bersidang secara rutin. Cerita-cerita yang beredar sangat fantastis, penuh dengan mukjizat dan kesaktian (kecakapan militer) individu.

Pada saat yang sama, Kerajaan Demak ternyata juga mengirimkan pasukan bersenjatanya ke barat. Tujuannya adalah menaklukkan kerajaan Hindu lainnya, milik orang-orang Sunda : Pajajaran. Jenderal pemimpinnya adalah Syarif Hidayatullah. Disebut juga sebagai Fatahillah atau Fadhillah Khan atau Syeh Nurullah. Orang Portugis menyebutnya Faletehan atau Tagarill.

Mengapa Demak memecah kekuatannya menjadi dua ? Dipimpin oleh dua jenderal yang sama-sama tangguh, dengan perintah pada arah yang berlawanan ? Bisa jadi Kesultanan Demak sangat yakin akan kekuatannya. Cukup dengan masing-masing separo angkatan bersenjata, mereka yakin dapat melibas musuh-musuhnya. Tetapi menurut hitungan militer, alasan itu kurang dapat diterima. Terbukti kemudian, mereka gagal menaklukkan Pajajaran.

Kemungkinan alasan lainnya adalah untuk mencegah agar komando militer tidak memusat pada satu orang saja. Kekuatan militer besar yang dikendalikan oleh seorang panglima saja, tentu bisa sangat berbahaya bagi kedudukan Raja sendiri. Mungkin Sultan dapat merasakan adanya ancaman itu.

Bukankah ayah (atau kakek)-nya sudah melakukan dengan sukses hal yang dikhawatirkannya itu ? Bukankah dengan memanfaatkan pasukan besar yang sangat terlatih (berperang di Palembang dan Cirebon), ayahnya berhasil menjadi penguasa Demak ? Begitu mungkin perhitungan Sultan Trenggana.

Sang Panglima Demak Wilayah Barat adalah orang Pasai yang sudah haji ke Mekah dan mencapai kedudukan tinggi berkat wawasan internasionalnya yang luas. Atau mungkin juga karena perkawinannya dengan salah satu putri Sultan Trenggana. Di hari tuanya kelak, dia lebih dikenal dengan nama Sunan Gunungjati dari Cirebon.

Dibawah pimpinannya, tentara Demak berhasil menguasai Banten, Cirebon dan Sunda Kelapa (sekarang Jakarta). Tetapi mereka hanya berhasil mengisolasi Pajajaran dari akses ke laut. Mereka tidak berhasil mengalahkannya. Wilayah pedalaman Jawa Barat yang elok dan subur masih tetap dalam genggaman Raja Pajajaran.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons