Featured Post 3

This Blog is Under Construction

Kamis, 18 Februari 2010

Menguak Pelurusan Sejarah

1. Pembelokan Sejarah di Buku Teks

Begitu banyak sejarah yang ternyata ketika diklarifikasi, mengandung begitu banyak kekeliruan –atau kebohongan–. Bukan saja penyimpangan yang terjadi dalam sejarah yang menyebar secara lisan, melainkan juga sejarah-sejarah yang tercatat dalam buku teks wajib sekolah. Baik SD, SMP, SMA, maupun untuk umum. Ini berbahaya, karena lewat catatan sejarah seseorang akan mudah diganggu paradigmanya tentang sesuatu. Apalagi jika sejarah itu tercatat dalam buku teks pelajaran yang secara sugesti apapun isinya akan dianggap benar oleh siswa.

Jadi, pelajaran pertama, jangan telan mentah-mentah apa yang tertulis dalam buku manapun. Selalu bandingkan dengan informasi lain, karena tak ada analisa seseorang yang tak dibumbui pandangan pribadi. Ini berlaku juga untuk segala macam sumber berita seperti media cetak dan elektronik.

Jejak sejarah bisa dipakai untuk mengendalikan pikiran publik mengenai sesuatu hal, sehingga bisa membuat seseorang mencintai atau membenci dengan sangat seorang tokoh atau kelompok. Inilah yang selalu jadi alasan kenapa ada orang-orang yang ingin memanipulasi sejarah.


2. Kebohongan Terbesar adalah Yahudi


Kebohongan terbesar sepanjang sejarah yang penulis tahu adalah kebohongan mengenai siapa pemilik asli tanah Palestina. Sumber sejarah Yahudi menyatakan bahwa tanah Palestina itu milik kaum Yahudi, sehingga jika Yahudi ingin pulang dan bernaung maka harus di sana. Faktanya, jauh sebelum bani Israil dibebaskan oleh Nabi Musa dari Mesir, Palestina telah ditinggali bangsa lain, yakni bangsa Palestina sekarang. Efek dari sejarah ini adalah menjadi tuntutan bagi Inggris untuk menyerahkan wilayah Palestina sebagai jajahan pada Perang Dunia II kepada kaum Yahudi. Parahnya lagi, inilah juga yang menjadi alasan halal-nya darah orang Palestina dan bolehnya buldoser-buldoser Israel menghancurkan rumah penduduk di mil demi mil tanah Palestina.

Tidak hanya itu, Yahudi juga membuat sebuah sejarah palsu mengenai Holocaust. Sejarah itu menyatakan bahwa terjadi pembantaian 6 juta orang Yahudi oleh Nazi Jerman di masa kepemimpinan Hitler. Padahal faktanya, Yahudi di Jerman saat itu tidak lebih dari hitungan ratusan ribu saja. Kebohongan ini jauh-jauh hari sudah dirancang oleh konspirasi Zionis agar suatu hari bisa menjadi dalih perbuatannya. Mereka mengatakan bahwa Yahudi telah disakiti seluruh penduduk dunia yang diam ketika pembantaian dan pelanggaran hak asasi dunia terjadi, sehingga dengan sejarah ini mereka bisa menuntut dunia.

Luar biasanya mereka sukses, di Eropa seorang penentang Holocaust akan berhadapan dengan undang-undang yang sangat berat. Mengejek Yahudi apapun bentuknya akan dianggap sebagai anti-semit, sebuah pernyataan rasisme kepada kaum Yahudi, yang pelanggarnya akan berurusan dengan pengadilan. Tetapi, satu lagi manipulasi sejarah, jika ditelusuri ternyata pernyataan anti-semit yang hanya ditujukan untuk kaum Yahudi adalah salah. Semit merujuk kepada sebuah suku bangsa yang hidup di semenanjung Palestina, dimana tentu bangsa asli Palestina pun termasuk.

Dengan manipulasi sejarah kecil yang menyatakan bahwa Palestina asli milik Yahudi dan Holocaust pembantaian oleh Nazi, jangan harap untuk melakukan demonstrasi di Eropa untuk mendukung perjuangan Palestina, karena itu dianggap sebagai sebuah pelanggaran rasis anti-semit. Sehingga tak aneh jika Israel serasa tak ada yang mengecam dari dunia Barat soal perbuatannya melakukan genosidanya di Palestina. Juga Jerman hingga sekarang dihantui rasa bersalah kepada Israel, dan terpaksa terkadang harus memberikan beberapa alat tempurnya kepada Israel sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Sejarah itu sakti bukan?


3. Dunia Dark Age Palsu


Bagaimanapun bentuknya sejarah pasti memuat sudut pandang dari sebuah sisi, dan hari ini sejarah dunia masih berkiblat pada Barat. Anda tahu dark age? Dunia Barat menyatakan periode abad ke-7 sebagai masa kegelapan bagi dunia, baik dari segi budaya, teknologi maupun seni. Mereka membawa kata “dunia” disini, padahal yang mengalami masa kegelapan hanya dunia Barat saja, sedangkan di dunia Arab sedang terjadi kemajuan peradaban yang sangat-sangat pesat.

Disaat bangsa eropa menemukan roda dari batu, ternyata bangsa Arab sudah memandang jauh ke luar angkasa untuk mengamati pergerakan matahari, bintang dan planet. Juga disaat bangsa eropa berdebat apa bumi itu kotak atau datar, bangsa Arab telah membuat peta sampai ke Indonesia. Bangsa Arab dalam masa yang disebutkan sebagai dark age dunia, mampu membuat mesiu, bangunan mewah nan megah, perpustakaan raksasa, kota Metropolitan Baghdad, melayari lautan hingga Spanyol dan Indonesia, dan lain-lain.

Dinamakan dark age, karena memakai sudut pandang Barat, bukan dunia yang nyatanya sudah maju saat itu. Menurut beberapa ahli, pengistilahan ini disengaja. Para sejarawan Barat hanya bisa menelusuri sejarah kebelakang dan terhenti di abad ke-8, lebih lama dari itu mereka menyerah dan menyatakan bahwa itu periode kegelapan yang tidak perlu dibahas karena tidak ada muatan sejarahnya. Ya, karena mereka ingin menutupi dan menafiqkan pencapaian luar biasa peradaban Islam yang bisa tumbuh dengan membawa perkembangan dahsyat teknologi, seni dan budaya. Ketika fakta sejarah ini tertutupi, lemah izzah (harga diri) seorang muslim, yang kemudian berefek pada ketidakbanggaannya terhadap agamanya sendiri.

Kini anda telah tahu, maka berbanggalah pada agama anda.


4. Media Dunia: Islam Teroris


Tema ini mungkin sudah basi karena dibahas di seluruh media dunia. Apalagi BBC dan CNN yang tak ayal lagi adalah sarang doktrin Israeliyat. Sejak tragedi terorisme yang menabrakan dua buah pesawat kepada gedung tertinggi dan terbanyak perputaran uangnya saat itu, World Trade Center. Islam langsung didiskreditkan oleh seluruh media dunia. Osama bin Laden dengan Al Qaeda-nya langsung jadi incaran seluruh tentara dunia. Padahal, ada sumber yang menyatakan bahwa Al Qaeda itu hasil bentukan badan intelijen Inggris, yang tidak menutup kemungkinan itu misi yang sengaja dilakukan untuk perusakan citra Islam. Sedangkan sumber lain menyatakan CIA lah yang sengaja menabrakan lalu melemparkan tuduhan pada Al Qaeda dengan menggarisbawahi kuat-kuat kata Islamnya. Entah mana yang benar, yang jelas sejak saat ini seluruh media dunia mengidentikkan Islam dengan teroris.

Fenomena yang unik, disaat Islam ditekan oleh media karena tragedi ini, ternyata sikap kritis orang Eropa membuat sebuah gelombang besar mualaf. Rasa penasaran mereka menuntut mereka membuka referensi benar soal Islam, lalu melihat indahnya Islam banyak yang mendapat hidayah.

Bertahun kemudian Amerika meminta izin kepada PBB untuk mengubrak-abrik salah satu negara kaya minyak, Iraq, dengan alasan mengendus keberadaan Al Qaeda dan Osama bin Laden. Setelah membuat pemerintahan sah Saddam Husein hancur, dan mengubrak-abrik kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Iraq, Amerika tetap tak bisa menemukan teroris yang dimaksud. Malah lebih banyak yang terlihat adalah helikopter berbaling-baling dua model Apache berlalu lalang yang dicurigai mengangkut barel-barel minyak Iraq.

Habis masa izin dari PBB melakukan agresi, Amerika merasa tak ingin melemahkan cengkraman terhadap negara 1001 malam itu, lalu Amerika mencari fitnah dengan menyebut Saddam Husein menyimpan senjata pemusnah massal yang harus diamankan Amerika. Akhirnya dengan alasan ini PBB kembali mengizinkan pendudukan. Beberapa tahun lalu Saddam Husein sebagai pemegang kekuasaan Iraq, dianggap sebagai penanggung jawab keberadaan senjata ini, dan telah dihukum mati tanpa peradilan yang sah di Amerika. Hingga kini senjata keramat itu tak pernah terbukti ada.

Takut PBB menarik izin agresinya, Amerika kembali mengeluarkan pernyataan tanpa dasar, bahwa Al Qaeda telah pindah ke Afghanistan. PBB pun lagi-lagi memberi izin untuk melakukan penyisiran militer memburu teroris. Bukan Al Qaeda yang didapat, Amerika malah berhadapan dengan gerakan Taliban yang memperjuangkan Afghanistan tidak diinjak oleh penjajah Amerika. Bukannya sadar dan segera pergi, Amerika malah mengeluarkan pernyataan bahwa Taliban termasuk teroris yang harus diberangus.

PBB kembali mendukung, dan kembali memberi izin kepada Amerika untuk menghancurkan “teroris” itu. Bahkan boleh menyebrang ke Pakistan, karena Taliban juga bermarkas disana. Sampai saat ini, inilah yang terjadi. Entah sampai kapan, dan berapa korban lagi yang harus dipertaruhkan karena sebuah kebohongan sejarah ini.

Sejak kebohongan pertama, dengan masifnya pemberitaan media penduduk Barat mengalami Islamophobia parah. Tumbuh gerakan frontal anti Islam dan maraknya pelecehan terhadap kaum muslim di negara-negara Amerika dan Eropa.

Makanya, kita juga harus hati-hati menyimak sebuah informasi, bisa gawat jika termakan doktrin ini.


5. Kisah Sendu Spanyol


Dibawa oleh pasukan Thariq bin Ziyad yang terkenal dengan kisahnya yang membakar armada perahu yang menyebrangkan pasukan sampai ke Spanyol sehingga hanya menyisakan pasukan dengan benteng musuh, tak ada jalan mundur. Islam pun berhasil menundukan wilayah Andalusia (Spanyol). Peradaban disana langsung tumbuh begitu cepat. Dibangunlah banyak universitas Islam ternama, masjid-masjid megah, perpustakaan, dan lain sebagainya, yang membuat Spanyol jadi pusat peradaban Eropa saat itu. Banyak cendekiawan eropa yang menuntut ilmu di Spanyol ini. Masyarakat saat itu begitu memegang teguh ajaran Islam, maka terciptalah kehidupan sejati masyarakat muslim.

Beberapa kali diserang oleh pasukan Kristiani tak menggoyahkan kedaulatan Andalusia. Hingga akhirnya pasukan salibis hampir putus asa. Lalu munculah seorang tokoh bernama Napoleon Bonaparte dari Prancis, yang memiliki ide jitu untuk melemahkan Andalusia. Bukannya pasukan yang ia kirim, melainkan selundupan alkohol, alat musik gitar, foto syahwat, dan lain-lain. Alhasil, generasi Islam disana mulailah mengenal kemaksiatan dan terlena dengan itu. Sebagian dari mereka mulai melupakan budaya Islam dan kehidupan seharusnya seorang muslim. Mereka lebih memilih alunan musik gitar dibandingkan lantunan ayat ilahiyah. Maka secara perlahan kekuatan kaum Muslim berkurang banyak. Lalu dalam satu hentakan Napoleon Berhasil menundukan Madrid.

Apa yang dilakukan Napoleon setelah berhasil menguasai Spanyol adalah membakar seluruh buku yang ada di perpustakaan-perpustakaan, meruntuhkan seluruh bangunan berciri Islami, masjid-masjid, membantai sebagian muslim yang tidak mau masuk agama kristen di tiang gantungan, hingga benar-benar Islam tak pernah berjejak singgah di bumi Andalusia. Hingga ada sebuah sejarah dimana kaum muslim yang menolak ajaran kristen dijanjikan selamat oleh Napoleon asal melakukan migrasi ke luar wilayah Spanyol dengan kapal yang telah disiapkan. Setelah ribuan orang masuk ke kapal, di tengah laut kapal itu ditenggelamkan oleh armada Napoleon. Saat itu kaum muslimin benar-benar dihancurkan, dan semua itu karena kesalahan di pihak kaum muslimin sendiri yang terlena hanya dengan alkohol dan gitar.

Ketika para ayah disalib di alun-alun kota, para ibu dizinahi oleh para kaum kafir lalu digantung di tengah lapangan dengan keadaan telanjang tanpa belas kasih. Darah mengalir di setiap jalan di Spanyol. Api terlihat menghiasi setiap rumah yang didalamnya dulu pernah dilantunkan ayat-ayat indah Al Quran. Masjid yang didalamnya senantiasa diapakai untuk menyembah Allah diluluh lantahkan tinggal reruntuhan. Lalu anak-anak kecil yang belum mengerti apa-apa diambil oleh mereka, diganti namanya, dididik dengan paham gereja, dan didoktrinkan untuk membenci Islam.

Apakah akan seperti itu Indonesia?


6. Penghancur Kekhalifahan = Pahlawan


Kekhalifahan Turki Ottoman runtuh pada tahun 1922, dunia Barat menyebutnya sebagai kemerdekaan dan kemenangan konstitusi demokrasi. Menyebut Mustafa Kemal Ataturk sebagai pahlawan revolusioner, dan memberinya gelar “Bapak Turki”. Padahal Mustafa Kemal ini merupakan seorang munafik yang berdarah Yahudi, yang dikonspirasikan oleh gerakan Yahudi Internasional untuk masuk dalam struktur militer Turki kemudian menjadi pemimpin operasi kudeta terhadap Sultan Hamid II, sang khalifah terkahir.

Setelah dia naik tahta dia mengganti hukum syariah menjadi sekuler konservatif. Pengenaan jilbab di seluruh negeri dilarang, bahasa Arab haram digunakan termasuk untuk adzan yang hanya boleh dengan bahasa turki, penduduk Turki wajib memakai topi Barat yang sebelumnya selalu diidentikan dengan simbol kekafiran, dan lain-lain. Semasa hidupnya Ataturk memperlihatkan watak yang sangat benci agama, pernah dia saat itu lewat di depan masjid yang masih mengumandangkan adzan dengan bahasa Arab, maka sesaat itu juga ia memerintahkan untuk merobohkan masjid itu.

Tak aneh ketika akhir masa hidupnya ia mengalami sakratul maut yang begitu mengerikan. Perutnya membusung, pahanya membengkak, mukanya mengecil, terkena penyakit kelamin, darahnya telah dicampuri alkoholm dari hidungnya keluar darah, dan lain-lain yang terlalu menjijikan untuk dideskripsikan. Dalam keadaan seperti itu ia tetap berpesan untuk jangan menyolatkannya jika sampai ajalnya. Seperti inikah pahlawan menurut sudut pandang Barat?

Jangan sampai sejarah ini mengotori pandangan kita tentang Islam dan kekhalifahan.


7. Islam Menyentuh Nusantara di Masa Rasulullah


Jika memandang sejarah mengenai nusantara dari sisi Barat akan kita temukan juga bahwa Snouck Hugronje, seorang ilmuwan Barat yang belakangan diketahui juga berdarah Yahudi menyatakan Islam masuk Indonesia di abad ke-14 lewat pedagang Gujarat. Itulah yang banyak tertulis di buku teks pelajaran sejarah kita. Sejarah ini sudah banyak ditentang oleh cendekiawan-cendekiawan lain dengan mengungkapkan sejuta kebenaran, salah satunya Dr. HAMKA. Faktanya Islam masuk ke Indonesia bahkan ketika Rasulullah masih hidup.

Kalau anda pernah dengar pembalseman mumi dengan kapur barus yang digunakan Firaun Mesir di masa Nabi Musa, itu ternyata adalah sebuah mineral yang diambil dari kampung Barus di dataran Sumatra. Itu bukti kuat bahwa Indonesia jauh-jauh hari sudah terjalin hubungan dengan dunia Timur Tengah, sehingga apa urusannya Islam harus menunggu hingga abad ke-14 untuk menyentuh nusantara. Bukti lain, ternyata ditemukan sebuah peta kuno perjalanan pelayaran dari Timur Tengah ke Nusantara dari masa kekhalifahan Khulafaurrasyidin. Sebuah peta kuno yang termasuk sudah detil menggambarkan bentuk kepulauan Indonesia. Fyi, pada saat yang sama dunia Barat masih berdebat apa bentuk sebenarnya Bumi.

Jadi bangga bukan, Nusantara sudah tersyiar Islam sejak masa Rasulullah?


8. Gajah Mada Pahlawan?


Kalau sejarah dunia berkiblat pada Barat, ternyata sejarah negeri Indonesia juga tak terlepas dari sudut pandang tidak netral, yakni hanya dilihat dari sisi Jawa. Contoh mudahnya, anda pasti mengenal Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit di masa lampau. Gajah Mada bersumpah untuk tidak memakan buah palapa sebelum berhasil mendudukan seluruh wilayah nusantara, atau yang kita kenal dengan sumpah palapa.

Dalam pandangan orang Jawa, versi yang juga tercetak di seluruh buku teks sejarah sekolah di seluruh Indonesia, menyebut Gajah Mada sebagai pahlawan pemersatu nusantara. Padahal jika dilihat dari pandangan sisi orang Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain, Gajah Mada dikenal tak lebih dari seorang agresor dan penjajah yang ambisius dan bengis. Entah karena termakan paradigma buku sejarah atau tidak, penulis pun tak menafiqkan jasanya sehingga suatu hari ada wilayah yang disebut Indonesia ini.

Makanya, tentu akan lebih arif jika memandang sejarah ini dari berbagai sisi.


9. G30S dan NII


Masih banyak pembelokan maupun penutupan sejarah yang harusnya kita tahu. Semisal konspirasi G30S yang menculik tujuh Jenderal Angkatan Darat, divoniskan begitu saja pada PKI dalam buku sejarah kita. Padahal kabar yang beredar menyebutkan itu belum tentu, bisa saja bahwa sutradaranya Soeharto dan/atau Badan Intelijen Amerika (CIA). Kemudian sejarah yang menyatakan bahwa Negara Islam Indonesia versi Kartosuwiryo yang disebut-sebut melakukan pemberontakan kepada pemerintah sehingga akhirnya harus diberangus, ternyata meninggalkan fakta bahwa ketika perang kemerdekaan memang ada perjanjian antara otoritas calon pemerintah Indonesia dengan NII.

Perjanjian itu menyatakan bahwa NII yang punya garda militer Hizbullah dan Sabilillah siap membantu perjuangan Indonesia melawan Belanda dan Jepang dengan balasannya ketika terbentuk pemerintahan harus diberlakukan syariat Islam bagi umat Islam. Sayang perjanjian ini dilanggar oleh otoritas pemerintahan yang berubah pandangan hanya dengan lobi minoritas yang tak setuju, padahal minoritas itu sama sekali tak ada hubungannya dengan perjanjian ini.

Karena pihak otoritas tidak jadi menyariatkan hukum Indonesia, NII Kartosuwiryo kemudian bergerak secara independen dengan menyiarkan syariat dari rumah ke rumah. Ketika TNI Angkatan Darat meninggalkan tanah Jawa Barat saat itu untuk membantu mobilisasi Serangan Umum, tentara NII tetap tinggal mengangkat senjata dan menghabisi tentara sekutu yang datang ke Jawa Barat. Saat itu juga karena melihat keberhasilan syiar dari rumah ke rumah dimana hasilnya hampir seluruh rakyat Jawa Barat bersimpati kepada NII, Kartosuwiryo menyatakan Jawa Barat di bawah hukum syariat.

Namun saat kembali ke tanah priangan, TNI berperang dengan tentara NII, dengan dalih bahwa TNI melihat tentara NII sebagai tentara liar yang menganggu kedaulatan nusantara. Padahal ini karena adanya manipulasi politik, ada pihak yang benci syariat Islam tegak. Untuk membendung pergerakan dan menipiskan simpati rakyat, serta merta otoritas pun menfitnahnya sebagai pemberontak. Tetapi, perlu diingat bahwa NII Kartosuwiryo yang memiliki cita-cita luhur dulu berbeda dengan NII sekarang yang telah difatwa sesat oleh MUI.

Itu baru sebagian saja, dalam buku teks sejarah kita memang yang paling banyak perlu diklarifikasi, karena bukan omong kosong di zaman orde baru kurikulum pendidikan jadi alat politik rezim berkuasa.

Jadi, banyak-banyak baca biar wawasannya terbuka luas.

Wallahualam bishawab.


Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons