Featured Post 3

This Blog is Under Construction

Sabtu, 16 Januari 2010

Ulama Bahrain Haramkan Ringtone Al Qur’an


Seorang pemuka agama senior di Bahrain memperingatkan kaum Muslim agar tidak mengunduh ayat-ayat Al Qur’an sebagai ringtone telepon seluler.

“Mereka yang melakukannya berarti tidak menghormati firman-firman Allah,” ujar direktur dan penasihat Discover Islam Sharia, Sheikh Essam Ishaq.

Ia mengatakan bahwa motif penggunaan ringtone itu seringkali untuk menghormati Islam, namun orang-orang yang melakukannya secara tidak sadar justru melemahkan agamanya sendiri karena ayat-ayat yang tidak lengkap dapat mengubah arti Al Qur’an sepenuhnya.

“Al Qur’an adalah firman Allah sebagai sebuah petunjuk, bukan untuk ringtone,” ujar Sheikh Ishaq.

“Motif di baliknya memang sangat tulus, rasa cinta dan hormat kepada Al Qur’an dan Islam.”

“Daripada menggunakan ringtone lucu atau lagu, orang-orang memilih ringtone Islami.”

“Namun ketika seseorang memberikan panggilan pendek atau ketika berada di dalam rapat dan harus membatalkan panggilan sebelum ayatnya selesai, maka seluruh artinya akan berubah.”

“Orang yang berada di sebelah mereka akan memiliki penerimaan yang salah.”

“Terkadang orang-orang lupa membawa telepon seluler mereka ke toilet umum dan telepon itu berdering, yang merupakan penghormatan yang tidak disengaja terhadap firman Allah.”

“Tidak disarankan untuk mereka mengunduh ringtone semacam itu.”

Pihak berwenang relijius di Arab Saudi dilaporkan telah mengeluarkan fatwa yang menentang penggunaan ringtone tersebut.

Sheikh Ishaq mendesak masyarakat untuk mengunduh versi lengkap Al Qur’an ke komputer mereka jika ingin mengakses berbagai ayat, dan bukan mendengarkannya ketika telepon berdering.

“Banyak website Islam hari ini yang dapat digunakan sebagai motivasi untuk belajar tentang Islam,” tambahnya.

“Jika orang-orang memiliki teknologi terkini di rumah atau di kantor, mereka dapat mengunduh versi lengkap Al Qur’an dan membacanya ayat demi ayat dalam bahasa apa pun yang mereka suka.”

“Mereka dapat berhenti ketika ayat telah selesai.”

“Al Qur’an telah diterjemahkan ke berbagai bahasa untuk dapat dibaca dan dipahami oleh orang-orang, namun bukan untuk tidak dihormati. Kami mendesak masyarakat agar selalu ingat bahwa Islam berarti penerimaan dan penyerahan diri kepada Allah, dan umat dapat mendemonstrasikannya melalui ibadah, bukan ringtone.”

Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons